Living the moment

Grey Zone. 
Mungkin itu penjelasan yang masuk akal mengenai situasi gue saat ini. Antara lulus wisuda resmi juga belum, tapi dapet kerja pun juga belum. Makanya disebutnya area abu-abu. Singkatnya, masih gak jelas lah seorang Arifah ini sebenernya lagi di fase apa sih. 

Sudah hampir dua bulan berada di area ini membuat gue punya banyak waktu kosong yang kebanyakan dipakai untuk menonton film, drama, tv series dan sisanya untuk merenung. Bisa dibilang karena kebanyakan waktu dipakai adalah me-time (me-time terlama yang pernah dijalani, karena kalau dulu di bandung pasti gak betah kelamaan sendirian di kosan atau kalau keluar pasti gak afdol kalo gak ngajak temen). 

Banyak banget sih yang direnungin, terutama homesick nya gue dengan Bandung. Sumpah, sejak awal gak kebayang bakalan sekangen ini sama Bandung dan segala isinya. Termasuk teman-teman yang ikut mewarnai hidup gue dalam 3 tahun terakhir tentunya. Ngeliat temen-temen seperjuangan sekarang ada yang udah kerja, ada yang lagi liburan ke luar, ada yang nganggur juga, ada yang masih harus berjuang di kampus rasanya nano-nano sih. Rasanya yang dulunya kita selalu berjalan beriringan sekarang semuanya udah memilih jalan masing-masing. Bukan berarti yang satu lebih depan dibanding lainnya atau ada yang tertinggal di belakang. Ini masalah memilih jalan yang berbeda saja. Setidaknya itu konklusi dari renungan mengenai hal ini di pikiran gue selama ini. Tapi ya gak dipungkiri seberapa kangennya gue dalam menjalani rutinitas hari dari berangkat kuliah, belajar di kelas, pergi ke foodfest untuk jajan, pulang kuliah, sampai makan malam. Keluar untuk makan malam tapi berakhir keliling bandung hanya untuk mencari bola ubi (yang gak mungkin gue lakukan sekarang, kalau ibu tau anak gadisnya yang satu ini suka keluar malam pasti dimarahi habis-habisan) Atau sekedar iseng main ke kosan dengan kedok mengerjakan bareng Tugas Akhir yang berujung tidur? While in Bandung, I have nothing else besides them. Itulah kenapa, ketika segala rutinitas itu tiada, rasanya seperti ada yang hilang di hati. Gak hanya rutinitas yang terjadi setiap harinya, segala tugas kelompok, kepanitiaan, belajar bareng, yang mungkin gak berjalan tiap hari tapi tetap meninggalkan kesan di hati. Mengingat kembali tiga tahun kebelakang membuat gue (lagi-lagi) berpikir, tanpa momen itu, tanpa mereka, gue bukanlah gue yang sekarang. Meskipun momen itu gak selamanya momen bahagia.

Tetapi intinya, gue sedikitpun tidak pernah menyesal bertemu mereka, mereka yang mengisi hari-hari bersama, atau sekedar menambah warna di tengah kelamnya kuliah beserta tugasnya yang menumpuk, dan mereka yang membuat gue belajar untuk bersabar menghadapinya. 

Akhir 2014 - PVJ
Segelintir dari Tutorial 1E yang randomly pulang kelas ke pvj dan main ice skating (before all the drama ofc)



Awal 2015 - Kawah Putih.
Menjadi TPB pada umumnya yang masih norak dengan Bandung.



Ramadhan, 2015 - Jonas Photo Studio
Tujuan foto studio ini cuman satu awalnya, buat kenang-kenangan karena Tami mau pindah (yang kemudian gajadi pindah dan kemunculannya di sbm bikin orang-orang kaget)




Oktober, 2015 - Kampus ITB Jatinangor
Ketika ditarik untuk mengisi posisi yang kosong dan rapat rutin  H-1 yang selesainya gak pernah sebelum jam 12 malam.



Awal 2016 - Dusun Bambu
Photoshoot untuk koleksi kedua ganika bersama tim marketing yang endingnya kita malah kehujanan dan dikelilingi kabut yang seram



May, 2016 - Depan gedung SBM
Couldn't hide our happiness because the final presentation of ibe is done!!


Pertengahan 2016 - Lantai 3 Gedung lama sbm
Hari terakhir semester pendek bersama OES squad (iseng ngambil kelas operation kemudian ketagihan) yang kerjaanya di kelas main steppy pants dan gosip awkarin. (fyi, disinilah nama ibu tiri lahir)










Ramadhan 2016 - Marugame Udon
Bukber smansa35 itb yang dilanjutkan dengan taraweh di tsm, main di alun2, dan sahur bersama di warung padang





Awal 2017 - Dago Pakar
Melepas penat ditengah-tengah ngerjain Tugas Akhir (alasan kenapa kangen bandung, karena kalo lagi penat bisa langsung ke alam buat refreshing)



May, 2017 - Tebing Keraton
Menemani bm ica ke tebing keraton bersama tami, philip, egi. Ini juga merupakan pertama kalinya gue jatuh dari motor (thanks to tami)


Juli, 2017 - Bali
Memenuhi syarat cumlaude yang berakhir jalan-jalan random bersama mereka

Mungkin ketika itu, kita gak tau apa yang akan terjadi di masa depan nantinya yang jelas pada saat itu kita hanya menjadi diri kita sendiri dan menikmati momen yang ada. 

Sometimes we need to stop thinking about the future to enjoying time at the present. When you don't enjoy things what you have now, it means you have nothing. So, it's better for you to living the moment at your fullest cause reminiscing those memories wouldn't hurt.  

Comments

Popular Posts