Short Getaway (Part 2)



"Eh ini tiket disneyland kenapa?"

...


Dari sekitar 70 orang yang terdaftar dalam fieldtrip ke hongkong ini, sebagian besar berencana untuk pergi ke disneyland. The happiest place on the earth, they said. Agar mudah, maka beberapa orang berinisiatif untuk membeli tiket kolektif dan pada akhirnya hampir seluruhnya yang ingin pergi ke disneyland memutuskan untuk membeli tiket bersama-sama karena merasa akan lebih murah. Akhirnya setelah didata, ada kurang lebih 30 orang yang kemudian di satukan dalam sebuah conference chat yang untuk pembeliannya dipimpin oleh satu orang. (One thing that i adore us as management student, capable to manage more than 30 people). Shortly, kita semua beli tiket di suatu travel. Tiket yang sudah dibayar dari sejak sebulan sebelum keberangkatan sudah diissued dan berada dengan tenang di email masing-masing. Tiket ini kadaluarsanya september, jadi kalau kita beli barengan bukan berarti harus ke sana di hari yang sama juga.

..

"Kenapa lagi nad tiket disneyland??"
Raut mukaku dan Adel langsung berubah seketika mendengar penjelasan dari Nadia, kami langsung buru-buru menyalakan hp dan membaca conference chat yang sudah terdapat ratusan chat belum dibuka didalamnya.

Bingo.
Kami kena tipu. lagi.
dan lebih parah.

Hari ini rombongan sebut saja lemon squad berencana untuk ke disneyland hari ini dan mereka mendapat masalah saat memberikan tiketnya. Tiket yang kami punya tidak valid. Semuanya. Akhirnya mereka pun yang  kalo bahasa jawanya "wes kadung" sampe sana membeli tiket ulang dan akhirnya berhasil masuk. Mereka pun segera mengabari conference chat kami.

Tau reaksi kami?
Ketawa. Iya loh ketawa. Kita udah saking lelahnya gak tidur semalaman karena marah-marah ngurus tiket pesawat udah gabisa marah lagi. Seakan-akan, kalau diibaratkan di film inside out, si "anger" udah keabisan tenaga jadi dia cuman diem aja dipojokan, Trus si "joy" mencoba menenangkan suasana, alhasil kita ketawa.

Berusaha move on dengan prinsip "mikirnya nanti aja kalo udah istirahat di apart" kami pun sampai di apartemen dan langsung beberes mandi sembari menunggu kedatangan mbadit.

Sekitar pukul 4 sore saat kami sedang bergiliran mandi dan sholat, mbadit pun datang setelah diantar oleh dua bodyguard keluaran kopo dan jakarta. Alhamdulillah mereka selamat. Tami yang mengaku belum makan dari pagi ini mengajak kita untuk makan di salah satu resto yang pernah dia kunjungi sebelumnya. Kami yang merasa otaknya sudah lelah ini, nurut aja.

Setelah dua jam perjalanan yang seharusnya tidak memakan waktu selama itu. Ini semua karena kita nurut sama Tami dan ternyata malah nyasar dan pergi ke arah sebaliknya. Tapi karena sudah sangat kepo dan Tami yang tidak mau menyerah mencari restonya, kita tetap ke sana.

Sepulangnya dari makan. Kita mengadakan emergency meeting, agendanya tentu saja disneyland. Karena jika mengikuti itenerary, aktivitas hari kedua adalah ke disneyland.

Tapi, ada yang lucu dari "meeting" ini. Satu hal yang selalu ada dan mungkin udah mengakar daging di darah orang Indonesia kali ya. Yaitu sebenernya tau maunya apa, tapi kadang gak enak karena mikirin perasaan orang lain, alhasil yang keluar di mulut adalah omongan yang muter-muter. Dan itu terjadi di sini. Lucunya, karena kita temenan udah agak lama, sebenernya gak lama sih yaa baru satu-dua tahun lah ya, tapi karena kita sering menghabiskan waktu bersama karena sama-sama merantau jadi ketemunya dia lagi dia lagi, kita udah tau karakter masing-masing.

Lalu, karena gak enak itu kita bahkan jadi kadang malah kedistrak dan melakukan hal lain. Nadia malah sibuk ngatur koper-koper. Terutama kopernya Tami yang segede gaban tapi ringan banget lebih ringan dari koper aku kayaknya. Di tengah seriusnya obrolan mengenai "jadi tidaknya kita ke disneyland" dengan berbagai pertimbangan yang sebenernya cukup berat, tiba-tiba..

"Akhirnya beres juga!" Nadia ngomong cukup besar dengan muka puas.
Muka Tami, Adel, Dita bingung. Aku cuman bisa ketawa.

Lalu, seusai nadia beres-beres koper, aku akhirnya memutuskan untuk sholat dulu biar pikirannya jernih dan bisa mencapai konklusi. Seusai solat aku gak langsung join ke atas kasur tapi sibuk memunguti rambut rontok yang ada di lantai.

"Ini lagi fah! kenapa malah mungutin rambut rontok!" teriak Tami.
Cukup banyak distraksi memang.
Akhirnya kita menutup rapat kita saat hari sudah berganti dan langsung bersiap untuk tidur.

Keputusannya? Sudah bisa ditebak dong ya.







*) All the photos above creds to the one and only, Anindita Putri Besari!<3

Comments

Popular Posts