Se-pu-luh

kelas X itu............... sesuatu._.

Kelas X itu pertama kalinya kita masuk SMA, dalam kasus ini smansa. Masuk jenjang kehidupan yang sangat jauh berbeda dengan SMP. Diawali oleh mopd yang penuh tekanan dan tugas, bertemu teman-teman baru dengan seragam SMP yang berbeda-beda. Tapi kita sadar, kalo kita di sini adalah satu. Walaupun berbeda-beda kita tetap satu Terlihat saat kita mendapat seragam pertama, kita langsung memakainya di hari pertama dengan sedikit canggung dan juga rasa bangga karena telah masuk SMA favorit. Apalagi saat seragam yang paling ditunggu-tunggu tiba, seragam kebanggan. Seragam khas smansa. Batik merah. Memakainya dengan bangga sampai-sampai tidak mau mengotori rok putih yang sangat bersih saat pertama kali diberikan itu.

Kelas X itu punya kelas baru. Melihat teman-teman di kelas X, mereka adalah teman yang akan mendampingi kita di satu tahun pertama di SMA yang menurut orang-orang keras. Teman yang akan menjadi saingan saat uas dan uts dan juga menjadi kelompok belajar. Meskipun awalnya di satu kelas ini maish berkumpul dengan teman SMP nya. Teman sekelas itu segala-galanya. Dimulai dengan sebutan-sebutan aneh untuk tiap orangnya, selalu menyemangati satu sama lain jika dalam kesusahan. Teman sekelas itulah yang membuat hari-hari kita berwarna setiap harinya.




Kelas X itu kita berperan sebagai paling junior di SMA. Paling disayang oleh kakak kelas, selalu dibimbing, dan bahkan kakak kelas tempat sharing paling asik kalo lagi sebel sama temen sendiri. Kakak kelas selalu sabar menghadapi kita; bocah-bocah norak yang baru masuk SMA, tak lupa menegur kita jika kita melakukan kesalahan dan memberikan tips-tips agar bisa berjuang di smansa. No senioritas di sini. Terutama kakak kelas 11, kakak kelas yang menjadi partner dalam setahun ini. Dalam kegiatan ekskul, akademis, dan juga dalam mpk/osis.

Kelas X itu masa-masanya galau jurusan kelas 11. Ipa/Ips ya? Nanti kalo di Ipa masuk jurusan kuliah apa ya? Kalo di Ips jurusan kuliah apa ya? Dan juga kita berusaha mengejar ketertinggalan akademis dikarenakan perbedaan yang sangat jauh pelajaran SMP dan SMA. berusaha menyeimbangkan. Kita juga belajar memanajemen waktu; antara akademis dan organisasi. Berusaha tekun dalam belajar, masih menerka-nerka soal seperti apa yang bakal dibuat oleh guru A atau guru B. Berusaha untuk tidak manja dengan guru, jika ada nilai yang kurang harus kita yang aktif bertanya. Berusaha menjadi yang sebaik-baiknya.

Kelas X itu masa-masanya kita berlomba-lomba untuk ikut dalam suatu kepanitiaan. Smansa sendiri punya banyak acara, jika tidak menjadi panitia acara A, masih ada acara B. Ingin merasakan berada di semua seksi; acara,dekor,perlap,konsum,phdd, dll. Ingin memiliki kontribusi walaupun sekecil apapun. Terutama di AKSI. Hampir semua kelas X ikut showcase (demo ekskul) yang mengakibatkan kelas hampir kosong. Kita ingin menyukseskan semua acara di smansa di saat kita yang menjadi di balik layar, bukan sebagai penonton lagi. Kita juga memiliki acara angkatan, Gallery35metamorf yang sangat berkesan.


Kelas X itu segala-galanya. Kita yang mengalami perubahan dari SMP ke SMA yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Yang masih penasaran dengan segala hal. Kita yang tadinya malu sekarang menjadi malu-maluin. Berat rasanya kalo harus ninggalin kelas X. Berat. Rasa gak ingin naik kelas 11 itu makin memuncak saat pembagian rapor kenaikan kelas mendekat. Tapi apa daya? Sekarang Smansa35 kelas 11. Sekarang Smansa35 lah yang memegang tongkat estafet dari kakak-kakak Smansa34. Sekarang Smansa35 lah yang memiliki adik kelas yang harus dibimbing. Sekarang semuanya bergantung dengan Smansa35. Kita harus sadar, bahwa kita bukan kelas X lagi. Kita adalah kelas XI!!!


SEMANGAT SMANSA35!
                                 

Comments

Popular Posts